Minggu, 20 September 2015

on Leave a Comment

1.046 Warga Kota Pontianak Mengidap ISPA

PONTI
ANAK, - Dinas Kesehatan Pontianak, selama tiga hari terakhir mencatat sedikitnya 1.046 warga mengidap ISPA. Tersebar di enam kecamatan, yakni Pontianak Utara dengan 149 orang, Pontianak Timur 259 orang, Pontianak Selatan 70 orang, Pontianak Kota 188 orang, Pontianak Barat 318 orang dan Pontianak Tenggara 62 orang.

Sementara di 10 rumah sakit di Kota Pontianak, terdapat 122 pasien ISPA yang dirawat jalan dan empat pasien ISPA yang mengalami rawat inap. Kepala Jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Antoen Soedjarwo Pontianak, dr Mirzha mengatakan, hingga Kamis (17/9) pihaknya telah menerima sedikitnya belasan pasien mengalami ISPA, yang didominasi oleh pelajar.

“Awalnya hanya tujuh orang, kemudian siang serta sorenya kembali bertambah. Hingga total semuanya adalah 17 pelajar, ditambah dengan satu orang mahasiswa,” jelasnya.

Semua keluhan pasien yang datang adalah karena merasa sesak napas dengan kondisi tubuh serasa lemas. Dan umumnya, pasien ISPA yang datang berasal dari SMKN 5, SMA Muhammadiyah 2, SMAN 10 dan IAIN Pontianak.

“Paling banyak dari SMKN 5, yakni 12 siswi yang masuk ke IGD, sedangkan ada satu mahasiswa IAIN,” ucapnya.

Selain itu, dia juga menyebutkan terdapat lima orang pasien dewasa yang mengidap ISPA dan sedang ditangani.

“Sejumlah pelajar dan orang dewasa yang sempat dirawat itu sebagian besar sudah dipulangkan dan dimintakan untuk rawat jalan,” jelasnya.

Satu di antara siswa yang mengalami ISPA dan dirawat di rumah sakit yang dikenal sebagai rumah sakit kepolisian tersebut mengaku merasa dadanya menjadi tiba-tiba sesak jika bernafas.

“Sudah terjadi sejak kemarin, namun karena hari ini sudah tidak mampu menahannya jadi saya diminta guru untuk melakukan pemeriksaan di sini,’ ucap siswi SMAN 10 Pontianak tersebut sambil terbaring lemah.

Dikatakannya, kabut asap yang terjadi di Pontianak sudah sangat parah karena sudah masuk hingga ke ruang kelasnya. Beruntung proses belajar mengajar telah diliburkan kembali.

“Tak hanya saya yang mengeluhkan ini, tapi banyak teman-teman saya juga mengatakan sesak nafasnya. Kabut itu memasuki ruang kelas. Beruntung hari ini diliburkan,” tukasnya.

0 komentar:

Posting Komentar