PONTI
ANAK, - Dinas Kesehatan Pontianak, selama tiga hari terakhir mencatat
sedikitnya 1.046 warga mengidap ISPA. Tersebar di enam kecamatan, yakni
Pontianak Utara dengan 149 orang, Pontianak Timur 259 orang, Pontianak
Selatan 70 orang, Pontianak Kota 188 orang, Pontianak Barat 318 orang
dan Pontianak Tenggara 62 orang.
Sementara di 10 rumah sakit di Kota Pontianak, terdapat 122 pasien ISPA
yang dirawat jalan dan empat pasien ISPA yang mengalami rawat inap. Kepala Jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Antoen Soedjarwo
Pontianak, dr Mirzha mengatakan, hingga Kamis (17/9) pihaknya telah
menerima sedikitnya belasan pasien mengalami ISPA, yang didominasi oleh
pelajar.
“Awalnya hanya tujuh orang, kemudian siang serta sorenya kembali
bertambah. Hingga total semuanya adalah 17 pelajar, ditambah dengan satu
orang mahasiswa,” jelasnya.
Semua keluhan pasien yang datang adalah karena merasa sesak napas dengan
kondisi tubuh serasa lemas. Dan umumnya, pasien ISPA yang datang
berasal dari SMKN 5, SMA Muhammadiyah 2, SMAN 10 dan IAIN Pontianak.
“Paling banyak dari SMKN 5, yakni 12 siswi yang masuk ke IGD, sedangkan ada satu mahasiswa IAIN,” ucapnya.
Selain itu, dia juga menyebutkan terdapat lima orang pasien dewasa yang mengidap ISPA dan sedang ditangani.
“Sejumlah pelajar dan orang dewasa yang sempat dirawat itu sebagian
besar sudah dipulangkan dan dimintakan untuk rawat jalan,” jelasnya.
Satu di antara siswa yang mengalami ISPA dan dirawat di rumah sakit yang
dikenal sebagai rumah sakit kepolisian tersebut mengaku merasa dadanya
menjadi tiba-tiba sesak jika bernafas.
“Sudah terjadi sejak kemarin, namun karena hari ini sudah tidak mampu
menahannya jadi saya diminta guru untuk melakukan pemeriksaan di sini,’
ucap siswi SMAN 10 Pontianak tersebut sambil terbaring lemah.
Dikatakannya, kabut asap yang terjadi di Pontianak sudah sangat parah
karena sudah masuk hingga ke ruang kelasnya. Beruntung proses belajar
mengajar telah diliburkan kembali.
“Tak hanya saya yang mengeluhkan ini, tapi banyak teman-teman saya juga
mengatakan sesak nafasnya. Kabut itu memasuki ruang kelas. Beruntung
hari ini diliburkan,” tukasnya.

0 komentar:
Posting Komentar