PONTIANAK, - Seorang bayi lelaki ditemukan oleh Muhammad Kusosi (62) di depan
pintu rumahnya, Jalan Karna Sosial, Akcaya, Pontianak Selatan, Kota
Pontianak, Kamis (17/9) malam. Anak yang masih merah berusia sekitar
sepekan ini, hanya berselimut kain merah dan kuning. Di balik selimut
terselip tulisan ‘Muhammad Zulfaris Septian’. Diperkirakan, itulah nama
bayi malang yang berkulit putih tersebut.
Malam itu, Kusosi dan istrinya Painah (53) disergap kantuk berat. Keduanya bersiap-siap masuk kamar untuk beristirahat.
Tak lama kemudian, mereka dikejutkan oleh suara keras seperti seseorang
yang mendobrak pintu masuk rumah. “Saya sempat terkejut karena ada suara
seperti orang mendobrak pintu. Keras sekali,” ujar Kusosi di rumahnya,
Jumat (18/9).
Merasa penasaran, Kusosi berniat mengecek pintu rumah. Namun niat keluar
rumah itu diurungkan karena kuatir ada orang yang berniat jahat. Kusosi
hanya membuka jendela untuk mengecek bagian depan rumahnya.
Namun yang dilihatnya ternyata sebuah bungkusan kain berwarna kuning
kemerahan. Rasa penasaran memicu Kusosi untuk mendekati bungkusan yang
bergerak-gerak lemah sambil mengeluarkan suara tangisan dan rengekan
bayi. Didesak rasa ingin tahu, Kusosi berusaha memperhatikan bungkusan
itu lebih dekat lagi.
Ternyata benar dugaan Kusosi bahwa bungkusan mencurigakan itu adalah
seorang bayi. Anak manusia tanpa dosa ini pun menangis keras-keras
ketika tubuh mungilnya diperiksa oleh Kusosi.
Sontak lelaki itu memberitahukan kepada istrinya. Mereka pun keluar
rumah untuk menceritakan penemuan bayi itu kepada para tetangga.
“Sebelum memberitahukan kepada para tetangga, saya dan istri memeriksa
selimut bayi itu. Kami menemukan tulisan nama ‘Muhammad Zulfaris
Septian’ di balik selimut,” kata Kusosi.
Di samping bayi tergeletak satu kotak lengkap berisi perlengkapan
bayi, seperti popok, minyak telon, baby oil, dan susu ibu hamil.
Ditemukan pula tulisan nama ‘Nyonya Valencia’. “Saya merasa bingung, mau
diapakan bayi ini. Akhirnya kami memutuskan untuk menghubungi ketua RT
yang akhirnya menghubungi kepolisian,” terang Kusosi.
Secara terpisah, Kapolsek Pontianak Selatan AKP Kartyana menjelaskan,
pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih
lanjut. Bayi malang itu pun dilarikan ke Rumah Sakit Anton Soedjarwo
Polda Kalbar untuk dilakukan perawatan.
“Kita juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Pontianak
terkait temuan ini sehingga bayi ini akan diberi penanganan lebih
lanjut,” ucap Kartryana.
Sedangkan orangtua yang membuang bayi itu akan dilakukan penyelidikan.
Petunjuk awal adalah nama bayi itu. “Orang tuanya akan kita cari,” tegas
Kartyana.
Ada kisah mengharukan ketika bayi itu belum lama tiba di rumah sakit
itu. Tatkala sejumlah bidan sibuk melakukan perawatan, seorang personel
polisi yang sedang bertugas jaga, mengambil inisiatif. Si polisi
mendekat dan mengumandangkan azan di telinga kanan bayi yang sedang
disusui lewat botol.
Sementara itu, Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan
Kota Pontianak Linawati memastikan akan bekerjasama dengan Lembaga
Kesejahteraan Ibu dan Anak (LKIA) setempat terkait perawatan bayi
terlantar itu. “Kami akan tangani, kami akan rawat bekerjasama dengan
LKIA,” katanya secara terpisah.
Pihaknya lebih mengutamakan keselamatan bayi itu kemudian memikirkan
upaya menemukan orangtuanya. Pihak Linawati sebelumnya sudah
mengembalikan dua bayi lain yang ditelantarkan orangtuanya. “Kemarin ada
dua bayi terlantar di RS Jeumpa, dan telah kita kembalikan. Untuk bayi
ini, kami lebih mengutamakan keselamatannya,” tegasnya.
Dari sejumlah kasus serupa, menurut Linawati, penelantaran bayi lebih
disebabkan faktor ekonomi. Orangtua bisa saja tidak mampu menghidupi
bayinya, semisal untuk membayar biaya persalinan di rumah sakit.
“Setelah apa yang saya tangani, dua bayi yang diterlantarkan di RS
Jeumpa itu karena masalah ekonomi. Mereka kurang mampu, dan
Alhamdulillah sekarang sudah selesai,” jelasnya.
Oscar, staf bagian rehabilitasi sosial di Dinas Sosial dan
Ketenagakerjaan Kota Pontianak mengaku, pihaknya sudah mendapat kabar
terkait penemuan bayi tersebut. Namun untuk merawat, pihaknya masih
menunggu konfirmasi dari Polresta Pontianak yang sedang menangani
perkara tersebut. “Sekarang kita lagi menunggu informasi dari polresta.
Ketika suratnya ada, kita akan jemput bayi itu,” ujarnya.
Terkait penanganan, menurut Oscar, pihaknya setelah menjemput akan
menyerahkan bayi itu ke LKIA Kota Pontianak untuk perawatan selanjutnya.

0 komentar:
Posting Komentar