Minggu, 20 September 2015

on Leave a Comment

Bayi Temuan Kusosi Diazankan Polisi di Dokkes Pontianak

PONTIANAK, - Seorang bayi lelaki ditemukan oleh Muhammad Kusosi (62) di depan pintu rumahnya, Jalan Karna Sosial, Akcaya, Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kamis (17/9) malam. Anak yang masih merah berusia sekitar sepekan ini, hanya berselimut kain merah dan kuning. Di balik selimut terselip tulisan ‘Muhammad Zulfaris Septian’. Diperkirakan, itulah nama bayi malang yang berkulit putih tersebut.

Malam itu, Kusosi dan istrinya Painah (53) disergap kantuk berat. Keduanya bersiap-siap masuk kamar untuk beristirahat.
Tak lama kemudian, mereka dikejutkan oleh suara keras seperti seseorang yang mendobrak pintu masuk rumah. “Saya sempat terkejut karena ada suara seperti orang mendobrak pintu. Keras sekali,” ujar Kusosi di rumahnya, Jumat (18/9).

Merasa penasaran, Kusosi berniat mengecek pintu rumah. Namun niat keluar rumah itu diurungkan karena kuatir ada orang yang berniat jahat. Kusosi hanya membuka jendela untuk mengecek bagian depan rumahnya.

Namun yang dilihatnya ternyata sebuah bungkusan kain berwarna kuning kemerahan. Rasa penasaran memicu Kusosi untuk mendekati bungkusan yang bergerak-gerak lemah sambil mengeluarkan suara tangisan dan rengekan bayi. Didesak rasa ingin tahu, Kusosi berusaha memperhatikan bungkusan itu lebih dekat lagi.

Ternyata benar dugaan Kusosi bahwa bungkusan mencurigakan itu adalah seorang bayi. Anak manusia tanpa dosa ini pun menangis keras-keras ketika tubuh mungilnya diperiksa oleh Kusosi.
Sontak lelaki itu memberitahukan kepada istrinya. Mereka pun keluar rumah untuk menceritakan penemuan bayi itu kepada para tetangga. “Sebelum memberitahukan kepada para tetangga, saya dan istri memeriksa selimut bayi itu. Kami menemukan tulisan nama ‘Muhammad Zulfaris Septian’ di balik selimut,” kata Kusosi.

Di samping bayi tergeletak satu kotak lengkap berisi perlengkapan bayi, seperti popok, minyak telon, baby oil, dan susu ibu hamil. Ditemukan pula tulisan nama ‘Nyonya Valencia’. “Saya merasa bingung, mau diapakan bayi ini. Akhirnya kami memutuskan untuk menghubungi ketua RT yang akhirnya menghubungi kepolisian,” terang Kusosi.

Secara terpisah, Kapolsek Pontianak Selatan AKP Kartyana menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut. Bayi malang itu pun dilarikan ke Rumah Sakit Anton Soedjarwo Polda Kalbar untuk dilakukan perawatan.
“Kita juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Pontianak terkait temuan ini sehingga bayi ini akan diberi penanganan lebih lanjut,” ucap Kartryana.

Sedangkan orangtua yang membuang bayi itu akan dilakukan penyelidikan. Petunjuk awal adalah nama bayi itu. “Orang tuanya akan kita cari,” tegas Kartyana.

Ada kisah mengharukan ketika bayi itu belum lama tiba di rumah sakit itu. Tatkala sejumlah bidan sibuk melakukan perawatan, seorang personel polisi yang sedang bertugas jaga, mengambil inisiatif. Si polisi mendekat dan mengumandangkan azan di telinga kanan bayi yang sedang disusui lewat botol.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kota Pontianak Linawati memastikan akan bekerjasama dengan Lembaga Kesejahteraan Ibu dan Anak (LKIA) setempat terkait perawatan bayi terlantar itu. “Kami akan tangani, kami akan rawat bekerjasama dengan LKIA,” katanya secara terpisah.

Pihaknya lebih mengutamakan keselamatan bayi itu kemudian memikirkan upaya menemukan orangtuanya. Pihak Linawati sebelumnya sudah mengembalikan dua bayi lain yang ditelantarkan orangtuanya. “Kemarin ada dua bayi terlantar di RS Jeumpa, dan telah kita kembalikan. Untuk bayi ini, kami lebih mengutamakan keselamatannya,” tegasnya.

Dari sejumlah kasus serupa, menurut Linawati, penelantaran bayi lebih disebabkan faktor ekonomi. Orangtua bisa saja tidak mampu menghidupi bayinya, semisal untuk membayar biaya persalinan di rumah sakit. “Setelah apa yang saya tangani, dua bayi yang diterlantarkan di RS Jeumpa itu karena masalah ekonomi. Mereka kurang mampu, dan Alhamdulillah sekarang sudah selesai,” jelasnya.

Oscar, staf bagian rehabilitasi sosial di Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kota Pontianak mengaku, pihaknya sudah mendapat kabar terkait penemuan bayi tersebut. Namun untuk merawat, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Polresta Pontianak yang sedang menangani perkara tersebut. “Sekarang kita lagi menunggu informasi dari polresta. Ketika suratnya ada, kita akan jemput bayi itu,” ujarnya.

Terkait penanganan, menurut Oscar, pihaknya setelah menjemput akan menyerahkan bayi itu ke LKIA Kota Pontianak untuk perawatan selanjutnya.

0 komentar:

Posting Komentar